Wujudkan Pembangunan Partisipatif, Desa Suka Maju Gelar Musyawarah Desa Akhir Tahun
SUKA
MAJU – Pemerintah
Desa Suka Maju menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Akhir Tahun guna membahas
evaluasi dan perencanaan pembangunan desa. Bertempat di Aula Desa Suka Maju,
kegiatan ini menjadi wadah transparansi pengelolaan anggaran sekaligus penyaluran
aspirasi masyarakat, Selasa (23/12).
Musyawarah ini dihadiri oleh Pendamping Desa, Pendamping PKH dan seluruh elemen desa, mulai dari jajaran Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, hingga Perwakilan Lembaga Desa lainnya.
Evaluasi APBDesa 2025 dan Perencanaan 2026
Agenda utama pertemuan diawali dengan pembahasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2025. Selain memaparkan capaian tahun berjalan, Pemerintah Desa juga menyampaikan draf Rencana APBDesa Tahun 2026.
Selain persoalan anggaran rutin, forum ini juga membahas progres tindak lanjut pembuatan Lubuk Larangan Desa Suka Maju. Program ini diharapkan menjadi ikon pelestarian lingkungan sekaligus potensi pendapatan ekonomi baru bagi warga melalui sektor perikanan dan kearifan lokal.
Laporan
Pemuda dan Edukasi Bansos
Dalam sesi laporan kelembagaan, Karang Taruna Desa Suka Maju memaparkan realisasi kegiatan kepemudaan sepanjang tahun. Hal ini disusul dengan sesi edukasi dari Pendamping PKH Dinas Sosial yang memberikan pemahaman komprehensif terkait mekanisme bantuan sosial agar tepat sasaran dan sesuai regulasi terbaru.
Menyerap Aspirasi Masyarakat
Sebelum kesepakatan diketuk, suasana musyawarah berlangsung dinamis pada sesi saran dan masukan. Para tokoh masyarakat dan keterwakilan perempuan secara bergantian memberikan usulan agar pembangunan di Desa Suka Maju dapat berkesinambungan dan menyentuh kebutuhan rill warga di tingkat RT.
Kepala Desa: Efisiensi Anggaran di Tahun 2026
Menutup
rangkaian acara, Kepala Desa Suka Maju memberikan arahan terkait kondisi fiskal
desa di tahun mendatang. Ia berpesan agar masyarakat bersikap realistis
mengingat adanya penurunan proyeksi pendapatan desa.
"Kami memohon pemahaman dari seluruh masyarakat bahwa pada tahun anggaran 2026, keuangan desa mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini berdampak pada volume pembangunan yang berkurang sehingga tidak semua usulan dapat terakomodasi di tahun depan," ujar Kepala Desa dalam sambutannya.
Meskipun terdapat keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Suka Maju berkomitmen untuk tetap memprioritaskan program-program strategis yang memiliki dampak luas bagi kesejahteraan warga.